//
home

Latest Post

Review Film : Duka Sedalam Cinta (2017)

Review Film : Duka Sedalam Cinta (2017)

Awalnya ga ada penginnya sama sekali nulis review film ini. Nanti saya dikira ‘nggembosin’ deh. Meski saya bela-belain nonton juga karena ada yang minta ditemenin. Sampai saya bilang ke temen saya dengan sedikit bercanda, “aku tak berdoa aja lah sama Alloh biar ga dikasih ilham buat nulis review. “ Tapi akhirnya nulis juga. Itupun selang … Continue reading

  • Dengan diangkatnya HOS Cokroaminoto, sedikit mengobati hati tentang nilai² Islam yang terus bertransformasi dari waktu ke waktu- dan dalam konteks keIndonesiaan- memberikan sumbangsih yang suaaaaaangaaat besar terhadap ‘kontruksi’ Indonesia sebagai kesatuan bangsa. Ya, Sarikat Islam lah yang membuat Melayu akhirnya menjadi bahasa Indonesia yang akhirnya jamak digunakan. Juga tentang ide anti kolonialisme- ide yang tenggelam setelah Diponegoro jatuh dan kemudian berkobar seiring perkembangan Sarikat Islam. Ide-ide tentang kemerdekaan ekonomi hingga pendidikan- dengan  sangat terbatasnya pendidikan untuk pribumi bahkan di era politik etis yang konon katanya berusaha memberikan pendidikan bagi kaum pribumi- dan kita pun tahu pendidikan hanya menyentuh lapis atad masyarakat : pejabat yang notabene berakhir sebagai kacung Belanda. Ah ya, kita selalu dijejalkan sejarah bahwa : Boedi Oetomo lah tonggak kebangkitan Indonesia. Dan- kini, mata kita semoga sedikit terbuka, Boedi Oetomo tak banyak berkontribusi dalam perjuangan pergerakan Indonesia. Menonton film ini, saya jadi ingat sosok Kartini. Imajinasi saya menghendaki sosok Kartini bisa bersua dengan Cokroaminoto. Andaikanlah saja demikian, keresahan² Kartini yang dicurahkan dalam surat² ke sahabatnya -dan tentu tidak banyak dipublikasikan- tentu tidak akan berakhir pada sekumpulan surat, tapi akan menjadi sejarah panjang. Ah ya andaikan. Mereka sezaman, tapi terpaut bahasa dan ruang. Sedih sekali. Yah, paling tidak film ini semacam bebat, mengobati sedikit luka tentang bagaimana peran umat Islam yang tereliminir karena sejarah yang ada tak berpihak pada penulis. Hanya gumam seorang Novi @batusaphir
  • ‎"Jodoh itu mesti berbeda." kata seorang dosen di suatu perkuliahan. "Zaujainisnayniy artinya berpasang-pasangan. Selayakna 'Layla wannahar' atau siang dengan malam.. Yang pada keduanya ada ruang untuk saling mengisi dan berganti.." Kalau (berharap) sama, berarti bukan berpasangan namanya. Seperti, sepatu. Ada bagian kiri dan ada bagian kanan. Keduanya bperan sesuai dg tujuan pembuatannya. Fithrah. *copas status
  • sembunyikanlah rahasia hatimu dengan aman, maka cinta sejati itu akan mencarimu dengan iman

Anda Pengunjung Ke

  • 18,530

Arsip Gan!

Masukan alamat emailmu di bawah ini kawan...

Join 3,787 other followers

kicau ceracau @batusaphir

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Profil Saya…


Jika memang hidup ini layak untuk diperjuangkan maka perjuangkanlah!
Jika memang pengorbanan adalah suatu keharusan, maka lakukanlah!
Hidup ini sederhana, lakukan dan berikan yang terbaik..
Tatap ke depan tebing-tebing kehidupan
Lupakan sejenak jurang-jurang menganga di belakang sana dan raih puncak masa depan yang masih jauh membentang...
Bismillah...

Instagram

Mikir caption apa yang tepat rasanya lebih menyita waktu. Heheh. Padahal nulis mah nulis aja, kan gitu katanya resep nulis.
.
And finally here we are. Sudah NOVEMBER loh. NOVEMBER!!! Hayo yang bener November atau Nopember?
.
Masalah begok yang muncul pas mau cetak ijazah gegara si ibuk akademik tetiba bilang, "Mbak, di ijazah SMA mu tulisannya Nopember loh. Padahal kan harus sama dg penulisan ijazah terakhir."
.
Damn lah. Mana aku tau ibu-ibu TU di SMA ga tau kalo ejaan November yang bener pake 'V' bukan 'P'.
.
November, bulan lahir Bapak, Ibuk, dan Novi. Terima kasih ya Alloh sudah mengizinkan kami terlahir di dunia ini. Meski dengan segala kisah yang kami tidak tahu rahasia apa yang ada di baliknya.
.
Ah, November itu istimewa. Selalu.
.
Pict from pixabay edited by novi
#November #JustNovi